Mengenal
diri adalah perjalanan?
Saya...
sedang dipersimpangan kiri jalan.
Hai, ini Bung Jhon.
Saya tumbuh di desa terpencil, di pedalaman Pulau Pantar — wilayah paling timur Nusa Tenggara Timur. Sebuah tempat tanpa listrik hingga hari ini, jauh dari akses air bersih, dan tentu saja, tanpa polusi udara. Saya pernah tidak naik kelas karena kenakalan, sempat gagal ujian nasional, dan tak pernah membayangkan suatu hari bisa menyapa kamu lewat blog ini.
Saya percaya, keberanian untuk mengambil langkah pertama, terbuka untuk belajar, mencoba menulis, dan terus belajar lagi—itulah yang segalanya menjadi sedikit lebih baik.
Saya senang dan bangga dengan siapa saya melalui kerja layan saya, terdorong oleh semangat untuk mengembangkan diri saya dan komunitas dimana saya ada atau yang dapat saya jangkau, dan menciptakan dampak sosial, huuh! adalah nyala yang terus saya jaga dan usahakan untuk terus bersinar.
Dari semua itu, saya mengerti:
Masih banyak yang tidak saya tahu—dan justru di situlah letak gelap yang saya sadari. Kesadaran akan ketidaktahuan (ketidaktahuan yang disadari) bukan kelemahan, pikirku! melainkan titik jalur terang selanjutnya.
Terang adalah kesadaran akan ketiadaan gelap, bahwa kamu tahu yang kamu tahu (telah terang), juga kamu tahu yang kamu tidak tahu (belum terang)
Terangkan. Ayo terangkanlah!
Topik terbaru
Berbahagialah mereka yang tidak pernah merasakan rindu
Di Toraja, September 2025 Untuk mereka yang sedang rindu...
- September 19, 2025
- Filsafat, Jejak Langkah
Merawat Kemerdekaan Kita II
Merawat Kemerdekaan Kita II Delapan puluh tahun kemerdekaan adalah...
- August 17, 2025
- Filsafat
Mengapa Kita Senang Diingat Orang Lain?
Sebuah catatang tentang hati yang bergetar oleh karena diingat...
- August 4, 2025
- Filsafat
Menolak Putus Asa
Menolak Putus Asa Sebuah catatan batin tentang keberadaan, keberanian...
- July 25, 2025
- Filsafat
Sebuah Panggilan untuk Hadap Diri
Sebuah Panggilan untuk Hadap Diri: Mengurai Makna Hidup dan...
- July 19, 2025
- Filsafat
Nasionalisme & Oikumenisme
Nasionalisme dan Oikumenisme: Jalan Setapak Menuju Dunia yang Layak...
Pikir baik baik | Saya banyak tidak tahu!
